Kamis, 29 Maret 2012

Aku & Diriku

Ku tulis lewat jari yang mulai teringat akan diriku ada di sini. . .

Lamhot Tarihoran , , , mungkin saja aku tak salah menuliskan namanya ya. . .
23 Agustus 1985, Tarutung.

Sekilas balik tentang aku, mungkin sebagian teman aku sudah mengenal bagaimana aku dan kehidupan aku. Beda budaya, agama, kepercayaan yang di anut, suku ataupun usia gak menjadikan fator penghalangku untuk berteman, intinya bagus kita menjalaninya, maka baguslah ku kita resapi apa makna dari sebuah persahabata.

Kini ingin ku tuliskan sebuah kisah teman yang menjadi salah satu blogku kali ini. Sebelumnya aku sudah meminta izin kepadanya tulis menuliskan apa yang ada dalam unek-unek aku jika di saat sekarang ini. Sebuah persahabatan yang aku juga gak tau pasti hingga kapan dan sejak kapan, tapi ini adalah nyata dan bukan rekayasa.

Bang Lam, , ,panggilan kecil yang mengakrabkan kami. Sosok orang yang Me kenal yang menjadi teman curhat Me, saat suka maupun duka. Bicara tentang dia, bisa dibilang unik hingga Me aja menuliskannya bisa senyam-senyum sendiri. Orangnya memeng agak tertutup, bisa di bilang pendiam jika gak kenal, serius dan kadang emosian, tapi itu tergantung kondisi dan situasinya. Sekilas jika kita gak mengenal dia kadang keliatannya serem gimna, , , gitu.Dianya sehh kalau gak kenal jarang tersenyum. Tapi jika udah mengenal dia, orang kadang asyik juga kok. Bang Lam ini orangnya gak begitu terbuka tentang cara pandang hidupnya. . .jarang-jarang lo dia mau cerita tentang dia dan masalahnya. Malah Me aja yang sering curhat dengan dia tentang apa pun. Cara berpikirnya yang simple dan kadang dewasa itu yang membuat Me nyaman buat curhat dengannya, tapi Me juga gak tau sampai kapan, , , ,hati orang kadang bisa berubah-ubah. Mungkin saat ne nyaman yang kita rasakan, dan kita gak tau kapan juga kita merasakan sakit.

Bertipe serius dan mudah emosi kadang membuat kita bingung mendekati atau mencari titik kenyamanan buat cerita. Intinya bagi siapa saja mesti tau bagaimana karakter seseorang itu, maka tak kan susah bergaul dengan tipe orang yang berbeda-beda pula. Memang dia orangnya jarang membicarakan hal-hal yang menurut dia gak penting sama sekali, kalau lagi enak moodnya kadang enjoy aja buat ngajak dia ngobrol sekaligus bercanda. Me yang bertipe jahil dan suka bercanda sering iseng juga dengan dirinya. Setiap kami ngobrol pasti ada aja bahan buat ngobrol dengan dia dan Me buat dia tuk ikut bercanda bersama.

Bang Lam sering Me jahilin. . . Kadang Me kalau lagi iseng foto-foto dia Me edit entah jadi apa aja. Tapi dia gak marah ama Me, entah juga dalam hatinya ya, , ,heeeee. Kadang Me ajak dia bercanda dengan ciri khas Me yang gimana gitu. . . Ntar kalau udah beberapa hari gak ada kabar antara Me dengan dia, pasti ntar muncul tuh sms  yang bilang kadang Me sombong, lupa dan sebagainya. Tapi Me menyikapinya dengan santai, karna Me tau dia orangnya gimana dan dia tau pasti sebelumnya Me juga bagaimana. Bang Lam ini orangnya gak suka basah basi dan gak suka dibuat jengkel. Pernah dia lagi suntuk dan lgi emosi dengan temannya, Nah entar dia pasti buat status di facebook dengan bahasa bataknya dan ditulis dalam akun facebooknya rasa sebel dia emosi dia dengan rasa kesel. Jika Me baca saat dia begitu, Me hanya senyam-senyum sendiri aja. Biarpun Me tau, tapi Me hanya diam aja. Paling Me berkata dalam hati, neh Bang Lam lagi emosi tingkat tinggi. Nah kalau udah kayak gitu jangan di ajak bercanda dan ngobrol, bisa-bisa emosinya makin naik, yang deket dia bisa ditampar, tapi tuh cuma ngomong aja kok, gak beneran.

Dia orang jika ngomong langsung terus terang, jika dia gak suka maka dia bilang gak suka, jika dia bilang suka ya dia bilang suka. Apalagi jika me curhat ama dia, jika dia denger Me bukanlah Me yang dia kenal pasti dia bilang "bodoh". Aku gak kenal Me yang kayak gini, lama-lama bukan makin pintar malah makin bodoh, aku gak suka cara berpikir kamu yang saat ne. Nah itu kata-kata dia yang selalu diam ucap jika Me lagi putus asa atau emosian yang membuat Me gak bisa berpikir dengan jernih.

Dia udah Me anggap seperti abang Me sendiri. Yang kadang hanya ku tau dari jauh, tapi ku merasa dia ada dalam diriku yang menemaniku. Bicara banyak tentang dia mungkin belum usai namun kini ku teringat akan satu hal kesedihanku yang membuat ku gak bisa menuruskan tulisanku. Namun pasti akan ku lanjutkan. Sedihku kali ini mengingatkan akan ke gagalan........